BPJS Nunggak Rp 10,7 Miliar, Pemilik RS Berteriak

0
18

Jagad medsos kembali gempar dengan posingan video seorang dokter yang sekaligus pemilik rumah sakit. Video berdurasi 2 menit 45 detik ini menyebar melalui WhatsApp group hingga media sosial.

Pemilik tunggal RS Harapan Bunda dr. Afnizal mengaku terpaksa harus memviralkan video tersebut lantaran ia tak tahu lagi apa yang harus dilakukanya guna menyelamatkan nyawa pasien cuci darah dan lainnya yang berharap kesembuhan.

Afrizal menyebut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memiliki hutang sebesarRp 10,7 miliar kepada RS Harapan Bunda.

“Bapak, Ibu sekalian perhatikan semua, saya ada di ruangan cuci darah, ini pasien-pasien tercinta saya, kami berjuang di sini, berjuang menyelamatkan nyawa dan kami tidak pernah berhenti untuk mencucikan darah, kami berjuang terus, walau sampai hari ini kami belum dibayar oleh BPJS. Perlu diketahui sampai hari ini, tiga bulan rumah sakit kami belum dibayar oleh BPJS, nilainya sekitar Rp. 10,7 miliar,” begitu kata dr. Afnizal dalam video 5 Desember 2018.

Ia membuat video dan diunggah di media sosial dengan tujuan agar para pihak yang berwenang bisa segera memberikan jalan keluar akan masalah tunggakan BPJS Kesehatan yang belum dibayarkan.

“Saya harus mengatakan ini karena saya sudah tidak bisa berpikir lagi, saya harus bayar pakai apa untuk membeli alat-alat ini, pakai apa belinya, belinya pakai uang semua ini, uang yang harus dibayar cash kalau ini tidak bisa bagaimana nasib teman-teman pasien cuci darah,” lanjutnya.

Pemilik Rumah Sakit Harapan Bunda itu pun mengungkapkan bahwa BPJS Kesehatan juga masih memiliki tunggakan di rumah sakit lain di seluruh Indonesia.

Ia juga berharap agar pemerintah dan jajarannya untuk bertindak cepat menyelesaikan permasalahan tunggakan BPJS Kesehatan tersebut.

“Kami berharap pemerintah cepat bekerja, bukan hanya kami, Pak, teman-teman seluruh Indonesia, pemilik-pemilik rumah sakit semua berteriak karena pembayaran BPJS ini belum tepat waktu,” pungkasnya.

Humas BPJS Kesehatan, Iqbal Anas Ma’ruf membenarkan adanya video keluhan yang disampaikan oeh dr. Anizal itu. Namun menurutnya pihak BPJS Kesehatan tidak memiliki tunggakan sebesar yang disebutkan.

“Memang ada kewajiban yang belum dibayarkan oleh BPJS Kesehatan, tapi tidak sebesar yang di-post. Klaim Rp10,7 miliar belum dibayar, itu tidak tepat,” ujar Iqbal saat dseperti dilansir Kompas.com.

Iqbal menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah membayar pelayanan di Bulan September sebesar Rp. 1,8 miliar pada tanggal 5 Desember 2018.

Sehari setelahnya BPJS kembali membayarkan uang ke Rumah Sakit Harapan Bunda sebesar Rp1,5 miliar.

Menurut Iqbal tidak semua yang diucapkan oleh pihak rumah sakit itu benar.

“Klaim rumah sakit tidak selalu benar. Perlu kami tegaskan, bahwa BPJS Kesehatan akan membayar kewajiban terhadap RS,” ujarnya.

Berita sebelumyaBUMN, Antara Cetak Laba dan Biaya Politik Penguasa
Berita berikutnyaKahiyang: Tidak Jadi Presiden Pun Ayahku Tetap Berkarya