Defisit Anggaran, Jokowi Hitung Kenaikkan Iuran BPJS

0
26
Presiden Joko Widodo. (Istimewa/NNC)

Usai pemerintah menambal defosot anggaran BPJS Kesehatan sebesar Rp4,9 triliun dari total kekurangan Rp11,5 triliun, Pemerontah berencana menaikkan iuran BPJS guna menambal defisit itu.

“Semunya masih dikalkulasi, saran dari IDI baik tapi apapun harus dihitung, pokoknya dihitung,” ujar Jokowi di Jakarta.

Menurut Jokowi, usulan kenaikan iuran non PBI dinilai dapat dilakukan lantaran BPJS Kesehatan terus mengalami defisit keuangan.

“Kalau memungkinkan kenapa tidak (pemerintah menaikkan iuran), tapi masih dihitung,” ucap Jokowi.

Seperti diketahui, Tim PB IDI telah memberikan solusi ke pemerintah guna mengatasi persoalan defisit keuangan BPJS Kesehatan.

Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis mengatakan, IDI khawatir Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengalami kegagalan, mengingat defisit BPJS Kesehatan pada tahun ini cukup besar.

Menurut Ilham, solusi yang diberikan IDI dalam mengatasi defisit BPJS Kesehatan dalam jangka pendek adalah dengan pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) pemanfaatan cukai tembakau untuk program JKN.

Saran kedua yakni penyesuaian iuran bagi perserta JKN non penerima bantuan iuran (PBI)‎. Sebab bila iuran tidak dinaikkan, IDI memperkirakan defisit BPJS Kesehatan pada akhir 2018 mencapai Rp16,5 triliun.

 

Berita sebelumyaCapai 40% Potensial Rental, Menara Bidakarsa Gelar Topping of Ceremony
Berita berikutnyaHore…..Timnas U-16 Indonesia Masuk Perempat Final Piala AFC 2018