Menikmati Surga Biru di Banyuwangi

0
206

Meski tempatnya sulit dijangkau, tapi kejernihan air birunya serta pesona alam bawah lautnya menghipnotis pengunjung untuk kembali lagi dan lagi.

Udara masih terasa dingin, ketika kami memutuskan untuk mengunjungi salah satu surga snorkeling di Banyuwangi. Keputusan ini diambil setelah melalui perdebatan panjang. Maklum, Banyuwangi memiliki beberapa spot snorkeling, seperti di Pulau Tabuhan, Bangsring, Pantai Bama di Baluran, dan juga Blue Bay di Muncar.

Akhirnya, Blue Bay menjadi pilihan mengeksplorasi bawah lautnya Banyuwangi. Bukan tanpa alasan, pantai perawan ini belum dijamah banyak orang. Ini artinya semua kekayaan alam di sana masih alami. Kami pun bergegas membawa perlengkapan menuju ke Pelabuhan Muncar.

Blue bay terletak di Kecamatan Muncar, Banyuwangi dan masih termasuk ke dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Masyarakat sekitar menyebut Blue Bay dengan sebutan Selanggrong. Adanya di balik Semenanjung Sembulungan dan aksesnya hanya bisa dijangkau melalui jalur laut. Inilah mengapa tempat ini tak sepopular Green Bay, Kawah Ijen, Pulau Merah, dan objek wisata lainnya di Banyuwangi.

Waktu menunjukkan jam tiga dinihari, ketika kami sampai di kampung nelayan Muncar. Tak butuh waktu lama untuk mencari kapal yang akan mengantar kami ke sana. Dengan biaya sekitar 300 ribu, kami sudah bisa menyewa perahu nelayan.

Perjalanan dari Pelabuhan Muncar ke Blue Bay memakan waktu sekitar dua sampai tiga jam. Sehingga kalau mau datang ke sana, sebaiknya di pagi sampai siang hari demi keselamatan. Karena kalau di sore hari, nelayan sudah tak mau mengantarkan. Ombak di perairan Muncar terlalu besar pada sore hingga malam hari.

Selama perjalanan, kami disajikan dengan panorama cantik alam sekitar. Pemandangan berlatar tebing-tebing cadas yang menjulang tinggi banyak ditemui, termasuk Gua Kalelawar di sisi bagian barat Semenanjung Sembulungan.

Kami juga melewati Pantai Pasir Panjang, yang pantainya tak lebar tapi memiliki pasir putih yang sempurna. Kami pun singgah sejenak di pantai tersebut untuk menyaksikan sunrise.

Suasana pantainya sejuk karena banyak pepohonan di sekitar pantai. Pengunjung bisa istirahat sejenak sambil menyantap bekal di tempat ini.

Setelah satu jam perjalanan dari Pasir Panjang, akhirnya kami sampai di Blue Bay. Hamparan air laut berwarna kebiruan terpampang luas.

Berbeda dengan Green Bay yang memiliki hamparan luas pasir putih dan warna air laut kehijauan. Di Blue Bay, tak ditemukan hamparan pasir putih yang luas. Blue Bay dikelilingi tebing-tebing bebatuan. Karena itu, Blue Bay sangat cocok buat diving, snorkeling, berenang, ski air, kano atau berperahu.

Kami pun bersiap. Satu per satu mulai mencemplungkan diri. Airnya sejuk menyegarkan tubuh, ditambah lagi dengan alam bawah laut yang memesona. Aneka terumbu karang dan ikan terdapat di dalamnya.

Ombak di sini sangat tenang. Tak heran, banyak orang yang asyik menjaring ikan atau sekedar memancing.

Di bagian tengah teluk, terdapat sungai (sunglon)yang disampingnya ada tonjolan daratan yang disebut Legon. Di Legon ini, perairannya relatif tenang sehingga bisa digunakan untuk beristirahat di atas perahu tanpa takut goncangan ombak besar. (dini)

Berita sebelumya7 Tempat Makan Enak dan Murah di Bali
Berita berikutnyaRemaja Asal Medan Juara Nyanyi di Negeri Spaghetti