Inilah Dampak Buruknya Jika Menikah Di Usia Muda

1
347

Baru-baru ini beredar sebuah kabar mengejutkan sepasang remaja asal Indonesia yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) melangsungkan pernikahan. Hal ini pun sontak membuat netizen terkejut pasalnya mereka berdua menikah di usia 15 tahun.

Menurut alhi kesehatan, sebaiknya bagi remaja yang masih duduk di bangku SMP agar tidak menikah dulu. Karena ada beragam risiko kesehatan yang akan dihadapi, terlebih jika sang perempuan nantinya hamil atau mengandung anak.

Lalu apa saja risiko kesehatan bagi mereka yang menikah di umur yang terbilang belum pantas.

  1. Stunting

Bagi mereka yang hamil di umur 20 tahun ke bawah dapat memicu anak stunting atau tumbuh pendek. Hal disebabkan berbagai faktor, salah satunya asupan nutrisi ibu tidak cukup terpenuhi selama mengandung.

Selain itu pernikahan yang dilakukan oleh sepasang anak SMP, tidak dianjurkan karena mereka masih belum matang secara mental dan fisik. “Jika kawin di bawah 20 tahun, dengan tinggi badan kurang dari 155 cm dan berat badan kurang dari 45 kg, nantinya bisa dipastikan kalau anak yang lahir akan mengalami stunting (pendek),” ucap dr Trihono, MSc Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbangkes) Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

2. Preeklampsia

dr Arietta Pusponegoro, SpOG(K) mengatakan jika wanita menikah terlalu muda lalu hamil di bawah usia 20 tahun, akan sangat berisiko untuk mengalami komplikasi kehamilan. Juga risiko untuk mengalami preeklampsia atau gejala hipertensi.

dr Arietta menambahkan “Pada ibu hamil di usia yang terlalu muda, badan belum ‘pintar’ menyesuaikan diri,” ucapnya. Dan kehamilan pada remaja yang berusia di bawah usia 20 tahun, akan berisiko ketuban pecah dini lebih besar.

Ketika ketuban pecah dini maka terpaksa bayi dilahirkan akan prematur. Bayi prematur memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami masalah kesehatan dan tentunya juga membutuhkan biaya perawatan yang lebih besar.

 

3. Masalah psikologi

Ahli psikologi anak dan remaja, Ratih Zulhaqqi mengatakan remaja yang menikah diusia yang terlalu muda, maka bisa jadi ada life stge yang tidak terisini. Lalu yang tidak terisini ini kemungkinan akan minta diisi suatu saat nanti.

Hal tersebut bisa berdampak perceraian di usia pernikahan yang masih berumur jagung.

 

4. Prematur dan berat badan rendah

Seorang anak yang lahir prematur belum tumbuh sempurna di dalam rahim, hal tersebut bisa berakibat berat badan anak akan lebih rendah dari yang seharusnya.

Berbagai penelitian menjelaskan, bahwa anak dengan berat lahir rendah akan rentan depresi, pasif, dan kondisi otak yang kurang bagus.

 

 

 

 

 

Berita sebelumyaTak Disangka, Ternyata Seperti Ini Ashanty Memperlakukan Anak Tirinya!
Berita berikutnyaJokowi Ulang Tahun, Netizen Ramai-ramai Kasih Ucapan

Comments are closed.