Mengapa Lantai Bandar Udara Memakai Karpet ? Inilah Jawaban Yang Tak Terduga

0
497

Coba kita ingat-ingat, Tanpa kita sadari mayoritas bandar udara di dunia menggunakan karpet untuk melapisi lantai terminal mereka, tepatnya di sekitar area tunggu dekat gerbang keberangkatan.

Pikiran yang muncul adalah, bukankah lebih mudah bagi penumpang untuk membawa koper beroda atau troli bandara di lantai yang tidak berkarpet ? Selain itu, karpet juga sulit dibersihkan. Kenapa ya bandara harus menggunakan karpet ?

Dilansir dari Travel and Leisure ternyata keberadaan karpet ini bertujuan untuk memberi kenyamanan pada para penumpang sebelum akan menaiki pesawat. Kenyamanan dalam hal ini bukan berarti rasa nyaman yang akan dirasakan tubuh jika duduk di atas karpet tapi lebih pada nyaman secara psikologis.

Karpet dianggap memberikan kesan lembut dan menyenangkan sehingga setiap para penumpang menginjakkan kaki mereka di bandara mereka pun akan merasa disambut di dalam rumah sendiri. Selain itu, karpet di bandara juga dinilai bisa mengurangi stres, terutama untuk penumpang yang sedang menghadapi kesulitan seperti pesawat delay atau terlambat.

Menggunakan karpet dan juga atap yang lebih rendah, memberikan cahaya yang lebih natural dan membuat duduk pun menjadi nyaman, hal tersebut tak lain mendorong agar para traveller bisa lebih santai yang notabene memiliki potensi stress lebih tinggi.

Menurut perusahaan riset bandara DKMA, penumpang yang rileks akan menghabiskan 7% uang lebih banyak untuk dibelanjakan di outlet belanja bandara, dan 10% lebih banyak di toko duty-free.

Tidak hanya dari desain interior saja, bandara-bandara dunia kini juga semakin banyak menambahkan fasilitas publik yang dapat memanjakan penumpang dan membuat mereka lebih rileks, misalnya dengan fasilitas spa dan ruang yoga.

Disinilah ada korelasi positif antara peningkatan pelayanan di bandara terhadap kepuasan para penumpangnya sehingga memberikan keuntungan balik terhadap pengelola bandara. (CPA)

Berita sebelumyaPrediksi Big Match Liverpool vs Chelsea
Berita berikutnyaPemprov DKI Punya Modal 800 M, Bisa Beli Berapa Luas Tanah Di Jakarta?