Uniknya Kampung Korea di Buton

0
895

Demam Korea mulai menyurut, tapi Kampung Korea di Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara tak pernah padam. Keberadaan mereka justru menjadi cerita unik. Di tengah beragamnya budaya Indonesia, ada satu suku masyarakat yang bernama Cia-Cia memiliki kemiripan budaya dan tulisan dengan bangsa Korea.

Karya Baru, sebuah desa yang terletak di selatan Pulau Buton, Sulawesi Tenggara ditempati oleh sekelompok suku yang menamakan diri Suku Cia-Cia. Dengan populasi sebanyak 80 ribu orang, Suku Cia-Cia memiliki kebudayaan yang hampir mirip dengan kebudayaan Korea. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan aksara Suku Cia-Cia yang menggunakan huruf Korea (Hangeul), beberapa pernik tradisional seperti properti penghias bangunan dan lampion.

Lihatlah nama-nama jalan dan nama-nama sekolah atau gedung di sekitar Desa Karya Baru ini. Semuanya dalam aksara Korea. Meski mereka menulis dengan aksara Korea tapi mereka berbicara dengan bahasa Cia-Cia.

Bahasa Cia-Cia termasuk ke dalam anggota keluarga bahasa Austronesia dan masih memiliki kekerabatan dengan bahasa Walio. Kekayaan bahasa Bau-Bau mencapai lebih dari 90 bahasa. Dan bahasa Cia-Cia memiliki kekhasan yang unik.

Dalam disertasi berjudul Genealogi Bahasa Cia-Cia yang ditulis oleh Sandra Safitri Hanan, staf Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara yang meneliti Bahasa Cia-Cia, dijelaskan bahwa ada 23 isolek bahasa Cia-Cia yang dikelompokkan dalam tiga dialek, yaitu Masiri, Sambulatawa, dan Kumbewaha.

“Ia (bahasa Cia-Cia-Red) memiliki sejumlah kesamaan kualitas bunyi bahasa dan perlambangan bunyi dengan bahasa Korea,” katanya.

Keunikan ini lalu menarik perhatian para antropolog Korea untuk melakukan penelitian di Karya Baru tentang hubungan kekerabatan antara etnis Cia-Cia dengan Korea. Mereka juga melakukan kerja sama seperti pertukaran guru, pelajar, hingga kebudayaan.

Menurut sejarah, Cia-Cia adalah etnis besar di Buton yang ikut andil mendirikan Kesultanan Buton. Bahkan Raja Buton pertama, Wa Kha Kaa menghabiskan sisa hidupnya di pedesaan yang berpenduduk Cia-Cia dan beranak pinak di sana. Tak heran bila sejumlah Sultan Bulton berasal dari etnis Cia-Cia.

Kini, Cia-Cia kembali bersinar. Penduduk yang mayoritas petani ini sudah dikenal dunia karena keunikan bahasa dan budayanya. Bahkan sekarang mereka mulai mempelajari kebudayaan Korea, termasuk bahasa tulisnya. Mereka mengaku tak mengalami kesulitan mempelajari bahasa Korea karena sebagian besar kata dasarnya hampir mirip dengan bahasa daerah mereka.

Lantas, apakah ada hubungan bangsa Cia-Cia dengan Korea? Dari hasil studi yang dilakukan Sandra menyatakan, tidak ada hubungan kekerabatan antara bahasa Cia-Cia dengan bahasa Korea. “Adanya kesamaan bunyi antar keduanya adalah ciri keuniversalan bahasa,” katanya. (dini)

Berita sebelumya8 Bioskop Unik Di Dunia
Berita berikutnyaKini Giliran Raja dan Ratu Swedia yang Berkunjung ke Indonesia