Kisah Preman Yang Pensiun, Kini Alih Profesi Jadi Driver Ojek Online

    0
    553

    Pria yang bernama Herdiansyah yang tinggal di Tanggerang, Banten ini, mememang kerap berurusan dengan dunia yang dekat dengan kekerasan dan kriminalitas. Ia pun dikenal sebagai preman dan kerap beradu otot.

    Kerasnya hidup di jalanan bahkan sampai terbawa ke rumah, ia sering bertengkar dengan istri dan anaknya. Salah satu sebabnya, adalah faktor finansial yang terbilang minim. Namun, sekira 3 tahun lalu, Herdiansyah akhirnya insaf dan memilih untuk mencari rizki dengan cara yang halal.

    “Dulu pokoknya semua hal yang brutal, penuh kekerasan, dan tanpa sopan santun itu dunia yang saya jalani selama bertahun-tahun. Kini masa kelam sudah saya sudah tinggalkan sepenuhnya. Tidak kepikiran sama sekali mau hidup seperti itu lagi”.

    Perubahan ini dimulai pada 2013 lalu. Saat itu Herdiansyah mulai terbesit dalam hati dan pikiran untuk mulai berubah.

    Tekanan hidup yang makin tinggi membuat sadar bahwa dia tidak bisa terus-menerus “bertarung” di dunia rentan yang aksi kriminalitas. Sadar keterampilannya tidak terlalu banyak, ia pun mencoba menjadi tukang ojek.

    Namun penghasilannya masih jauh dari cukup. Beban hidup yang mesti dia tanggung masih cukup berat. Hingga pada 2015 lalu dia memutuskan untuk bergabung ke Go-Jek sebagai mitra driver. Dia pun menyebut keputusan itu merupakan titik balik dalam hidupnya hingga menjadi lebih baik.

    Sejak saat itu pula dia merasa menjadi kepala rumah tangga seutuhnya. Dia mampu memberikan penghidupan yang cukup dan layak kepada istri dan tiga anaknya.

    “Setelah tujuh bulan bergabung pun akhirnya bisa beli motor sendiri secara tunai, meski motor second (bekas),” ujar Herdiansyah.

    Kehidupannya di rumah pun kembali sejuk dan harmonis. Istri dan anaknya pun selalu menunggu kepulangan Herdiansyah setiap hari, dan hampir tak pernah lagi mereka bertengkar seperti dulu. “Karena itu akhirnya saya putuskan untuk benar-benar pensiun jadi preman,” kata dia sambil tersenyum.

    Herdiansyah pun mengaku bangga bisa menjadi mitra driver Go-JeK. Sebab setelah bekerja sebagai driver Go-JeK, dia tidak pernah lagi melalaikan kewajibannya menafkahi keluarga. “Saya jadi bisa pulang dengan rasa bangga,” pangkasnya.

    Berita sebelumyaTerima Gelar Adat Sunda, Menteri Susi Minta Maaf Kalau Bahasa Sundanya Kasar
    Berita berikutnyaPerjalanan Nenek 106 Tahun Ini Berjualan Keliling Sejak Zaman Belanda