Cerita Bengis Asworo: Usai Bunuh Calon Istri, Ia Hidup Bersama Wanita Lain

0
1697

Masih teringat jelas dalam benak keluarga Chatarina Wiedyawati atau yang disapa Wiwit ketika putrinya hendak pamit bersama calon suaminya, Martinus Asworo (32) untuk membuat souvernir pernikahan di Yogyakarta.

Wiwit dan Asworo memang berencana akan menikah pada 5 September mendatang. Karenanya, keluarga tak menaruh curiga tatkala Asworo menjemput Wiwit di rumah kosannya, di kota Prabumulih.

Tak disangka, dalam perjalanan menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Wiwit dibunuh calon suaminya sendiri di Jalan Kebun Sayur.

asworo 2
Cinta Wiwid dibawa sampai mati, Cinta Asworo hanya sampai Kebun Sayur

Wiwit dibunuh di dalam mobil Innova yang dicarter calon suaminya. Kepalanya dipukul dengan tangan dan kunci setir mobil. Setelah itu, jasadnya dibuang di semak-semak Kelurahan Soak Simpur, Kecamatan Sukarami Palembang. Barang-barang milik Wiwit seperti hp, uang, dan lain-lain pun dibawa kabur Asworo.

Menghilangkan Jejak

Usai membunuh calon istrinya, Chatarina Wiedyawati alias Wiwid dan membuang jasadnya di semak-semak di Sukarami, Palembang, 7 Mei 2017, Asworo masih bisa berkemas.

Dari sana Asworo memacu mobil sewaan ke mesnya di Jalan Bangau No 54 A, Ilir Timur II, Palembang, untuk mengambil beberapa barang miliknya pada Minggu (7/5/2017).

Mobil yang dikendarai Asworo adalah saksi bisu ia menghabisi nyawa Wiwid menggunakan kunci setir. Jejak darah di jok mobil itu pun Asworo cuci.

“Saya langsung ambil kamera dari mes dan kembalikan mobil yang sudah dicuci,” aku Asworo saat dihadirkan dalam ekspose perkara di Polda Sumsel, Palembang.

Di hari yang sama Asworo sempat menghubungi temannya untuk menjual kamera Canon 600D seharga Rp 5,5 juta. Tapi karena belum berminat, ia pun hanya meninggalkan pesan, “jika ada yang membeli, hubungi nomor teleponnya.”

Tak ingin buang waktu, Asworo tancap gas menuju Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, mengendarai motor Supra X 2011 miliknya. Di sini ia juga menjual motornya di dekat SMAN 1 Indralaya, dan laku Rp 6,5 juta.

Uang jual motor ia transfer ke rekening Mandiri milik Wiwid yang sudah dikuasainya. Setelah itu ia berangkat ke Lampung menggunakan travel. Asworo menyadari polisi memburunya setelah jasad Wiwid dapat teridentifikasi pada 14 Mei.

Berakhirnya Petualangan Asworo

Untuk menutupi jejaknya, Asworo kerap berpindah-pindah tempat. Bahkan selama pelarian, Asworo terus pantau komentar netizen soal aksi bengisnya ini melalui Facebook.

“Selama di Lampung, saya pindah-pindah tempat sebanyak tiga kali. Menginap di kosan dan sempat juga menginap di hotel,” cerita Asworo.

asworo 4
Kerap berpindah tempat dan memakai masker, cara Asworo menghindari kepolisian

Agar tak dicurigai masyarakat setempat, Asworo selalu memakai masker tiap ke luar kosan atau hotel untuk ke warnet atau sekedar beli makanan.

“Saya pura-pura lagi batuk atau lagi pilek,” ucap dia.

Aksi Asworo mulai terendus berkat rekaman kamera pengawas anjungan tunai mandiri tempat ia mengambil uang tunai di rekening milik Chatarina di Lampung.

Dari sanalah, kemudian kepolisian memburu Asworo. Ia pun ditangkap pihak kepolisian di sebuah kosan Anggrek lantai dua No 7, Jalan Maulana Yusup, Bandar Lampung. Asworo ditangkap kepolisian bersama seorang wanita. Diduga, wanita ini merupakan kekasih baru Asworo.

“Memang selama kejadian kita sudah lakukan penyelidikan dan setelah kita deteksi keberadaannya, 12 hari kami di Lampung untuk lakukan pengejaran terhadap Martinus Asworo. Berhasil tadi (Senin, red) sekitar jam 15.00 WIB kami tangkap di lokasi persembunyiannya”, jelas Kasubdit III Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Erlintang Jaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara kepolisian, Asworo diduga telah merencanakan pembunuhan dan pencurian terhadap calon istrinya sendiri, Chatarina Wiedyawati atau Wiwit. (Adfi)

Berita sebelumyaPensiun Mencari Bijuu, Akatsuki Kini Fokus Mencari Pahala
Berita berikutnyaParanormal Ulfa Sebut Jupe Belum Meninggal?