Dua Fase GIIP Sold Out, Griya Idola Bangun Fase 3

    0
    19
    Marketing Gallery GIIP Cikupa, Tangerang, Banten

    Sebagai pendatang baru di sektor properti industri, PT Griya Idola sukses memasarkan kawasan industri yang terintegrasi, Griya Idola Industrial Park (GIIP). Diatas lahan seluas 110 ha, anak perusahaan PT Barito Pacific Tbk ini membagi pembangunan GIIP menjadi beberapa fase. Sejak dipasarkan Maret 2015, dua fase telah sold out.  “100% dari fase pertama dan 95% dari fase 2A telah terjual.” tegas Eddy Karli, Vice President Director Griya Idola di Cikupa Tangerang.

    GIIP menawarkan plot lahan industri, standard factory buildings (SFB), exclusive factory buildings (EFB), ruko, perkantoran dan zona komersil yang mencakup ritel, F&B, hingga perbankan untuk menunjang kegiatan dan kenyamanan tenant.

    Perusahaan multinasional dan lokal Indonesia telah bergabung di GIIP dari sektor logistik, manufaktur atau perakitan dari berbagai industri termasuk otomotif, kesehatan, F&B dan consumer goods.. ROCA, perusahaan sanitasi dari Spanyol telah membangun pabrik seluas 7 hektar lahan di GIIP dan akan segera beroperasi.

    GIIP sudah memulai pembangunan fase ketiga seluas 15 hektar area industri dan komersil untuk exclusive factory buildings (EFB), data centre, perkantoran, ruko dan fasilitas ritel, F&B, perbankan, dan juga business hotel. Baru-baru ini, Mitra10 sudah menandatangani perjanjian jangka panjang dengan GIIP untuk membuka cabang barunya seluas 6.500 m2 di area komersil yang diperkirakan akan dibuka pada Desember 2018.

    Senior Associate Director Industrial Services Colliers International Indonesia Rivan Munansa mengatakan, Selama ini, kawasan industri masih didominasi bagian timur Jakarta, sementara di sisi barat lebih banyak berdiri zona industri dibandingkan kawasan industri. Oleh karena itu, tak heran bila penjualan kavling maupun gudang di GIIP cukup baik. “Di daerah barat demand untuk gudang multiguna cukup tinggi. Karena banyak industri rumahan yang membutuhkan untuk produksi dan pabrik mereka,” kata Rivan.

    Permintaan yang cukup baik turut mendorong kenaikan harga. Saat ini kavling di GIIP ditawarkan seharga Rp 3.250.000/m2, sementara gudang multiguna ukuran 192 m2 seharga Rp 1,5 miliar dan Rp 3,4 miliar untuk ukuran terbesar 504 m2. “Dalam tiga tahun kenaikkan harga mencapai 50%,” tutup Eddy

    Berita sebelumyaFerdinan Hutahean Sebut Ada Misi Merusak Citra SBY dan Demokrat
    Berita berikutnyaMalam Ini, Nomor Urut Capres Ditentukan