Joki SBMPTN Masih Jadi Perhatian di Tahun Ini

0
140
Ilustrasi mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri. (TEMPO/Suryo Wibowo)

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan seleksi masuk bagi para calon mahasiswa yang akan melanjutkan studinya ke perguruan tinggi, khususnya perguruan tinggi negeri (PTN). SBMPTN merupakan kelanjutan dari seleksi sebelumnya yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), bedanya, SBMPTN menggunakan nilai tes sebagai syarat kelulusan sedangkan SNMPTN menggunakan nilai rapor selama semester 1- 5 saat SMA/SMK/Sederajat.

Tahun ini, pelaksanaan SBMPTN sendiri sudah diadakan pada Selasa, 8 Mei 2018 untuk kelompok ujian Sosial Humaniora (Soshum), Sains dan Teknologi (Saintek) dan Campuran. Dan untuk pengumuman kelulusan akan diumumkan pada 3 Juli 2018 atau sekitar dua bulan setelah pelaksanaan SBMPTN.

Akan tetapi, seperti tahun-tahun sebelumnya, masih terdapat beberapa kendala seputar pelaksanaan SBMPTN. Misalnya saja permasalahan joki ujian.

Dalam SBMPTN sendiri sudah bukan menjadi rahasia umum lagi kehadiran joki bukan hanya menjadi isapan jempol belaka. Sebenarnya bagaimana joki ujian ini menjalankan aksinya? Secara umum, para joki ujian ini ‘menyamar’ sebagai peserta tes yang bersangkutan sebagai penggantinya. Artinya pengguna jasa ini hanya tinggal duduk santai sementara para jokilah yang menggantikan para pengguna jasanya sebagai peserta.

Fenomena joki ujian bukan lagi fenomena yang baru melainkan selalu ada di setiap tahunnya dan menjadi polemik dalam pelaksanaan ujian. Apalagi jika ujiannya bertaraf nasional seperti SBMPTN, maka sudah barang tentu hal tersebut sangatlah merugikan.

Namun, tentunya sudah banyak upaya yang dilakukan guna mengantisipasi adanya tindak kecurangan tersebut, salah satunya dilakukan oleh pihak Universitas Airlangga Surabaya (UNAIR). Mengutip dari Liputan6.com, universitas negeri yang terletak di ibukota Provinsi Jawa Timur ini memiliki cara unik untuk mengantisipasi adanya joki ujian, caranya yakni dengan mengadakan sayembara berhadiah bagi siapa saja yang dapat menagkap para joki ujian tersebut. Hadiahnya pun tak main-main, pihak rektorat telah menyediakan reward senilai Rp 100 juta kepada siapa saja yang berhasil menagkap para joki ini.

Sementara dari pihak Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengatakan bahwa phaknya tidak akan segan-segan untuk men-drop out para joki ujian yang kebanyakan merupakan para mahasiswa aktif di berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Hal ini semata-mata dilakukan untuk menghindari kecurangan selama berlangsungnya ujian SBMPTN. (Deddy Sugianto)

Berita sebelumyaPemerintah Terus Pantau Pergerakan Rupiah
Berita berikutnyaTemui Menkominfo, Bos Facebook Jelaskan Nasib Data yang Bocor