Ada Sosok Pengusaha yang Mirip Ir. Djoeanda di Pecahan Uang Rp 50 Ribu

0
8451
Djoeanda KW (Istimewa)

Berkabar.ID – 14 Januari merupakan salah satu tanggal bersejarah bagi Indonesia. Pasalnya, di tanggal inilah salah satu pahwalan pencetus Deklarasi Djoeanda terlahir di tanah Nusantara. Ya, ialah Ir. Haji Raden Djoeanda Kartawidjaja, lahir pada 14 Januari 1911 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kini namanya telah banyak diabadikan untuk berbagai jalan besar di kota-kota Indonesia. Namanya juga diabadikan sebagai salah satu bandara kenamaan Indonesia, ialah Bandara Internasional Juanda Surabaya.

Djoeanda wafat di Jakarta 7 November 1963 karena serang jantung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.244/1963 Ir. H. Djoeanda Kartawidjaja pun diangkat sebagai tokoh nasional/pahlawan kemerdekaan nasional.

Ir. H Djoeanda (Istimewa)

Djoeanda merupakan lulusan Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS)–sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB)–jurusan teknik sipil. Ia lulus tahun 1933 dan meniti karier pertamanya dengan menjadi seorang pengajar SMA Muhammadiyah di Jakarta. Empat tahun selesai sebagai pengajar, Djoeanda mengabdi di dinas pemerintah di Departemen Pekerjaan Umum Jawa Barat. Selain itu, Djoeanda juga aktif sebagai anggota Dewan Daerah Jakarta.

Banyak sekali jabatan yang telah dipikul Djoeanda pada masanya, antara lain Pimpinan Jawatan Kereta Api dari Jepang, disusul pengambilalihan Jawatan Pertambangan, Kotapraja, Keresidenan dan obyek-obyek militer di Gudang Utara Bandung. Kemudian pemerintah RI mengangkat Djoeanda sebagai Kepala Jawatan Kereta Api untuk wilayah Jawa dan Madura. Setelah itu, Djoeanda diangkat menjabat Menteri Perhubungan. Djoeanda pun pernah menjabat Menteri Pengairan, Kemakmuran, Keuangan dan Pertahanan.

Djoeanda oleh kalangan pers dijuluki ‘Menteri Marathon’ karena sejak awal kemerdekaan (1946) sudah menjabat sebagai Menteri Muda Perhubungan hingga Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (1957-1959); dan menjadi Menteri Pertama pada masa Demokrasi Terpimpin (1959-1963). Sehingga dari tahun 1946 sampai meninggalnya tahun 1963, Djoeanda telah menjabat sekali sebagai menteri muda, 14 kali sebagai menteri, dan sekali menjabat Perdana Menteri.

Sumbangsih terbesarnya dalam masa jabatannya adalah Deklarasi Djoeanda yang lahir di tahun 1957. Deklarasi tersebut menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI, atau dikenal dengan sebutan sebagai negara kepulauan dalam konvensi hukum laut United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS). Deklarasi itulah yang mengukuhkan batasan kemaritiman Indonesia pada dunia internasional.

Itulah sepak terjang salah satu pahlawan nasional kita yang belakangan ini sosoknya diabadikan pada lembaran uang Lima Puluh Ribu yang disahkan oleh Bank Indonesia pada Desember 2016 lalu.

Tapi rupanya, di hari kelahiran Djoeanda ini, muncul foto yang memperlihatkan adanya seseorang yang mirip dengan salah satu pahlawan Indonesia itu. Foto yang sempat viral melalui grup WhatsApp itu memperlihatkan foto Ir. H. Djoeanda pada lembaran uang Lima Puluh Ribu yang di bawahnya bersanding foto seseorang yang kini diketahui adalah pengusaha asal Jakarta, Hartawan Sudihadjo. Pada foto tersebut, memang tampak adanya kemiripan.

Viralnya foto ‘Djoeanda KW’ ini bermula dari bentuk keisengan seseorang member di grup WhatsApp yang berisikan para pengusaha dan motivator Indonesia. Dan Hartawan juga menjadi salah satu member grup tersebut.

Djoeanda KW (Istimewa)

Mungkin belum banyak yang tahu sepak terjang Hartawan, namun rupanya namanya telah banyak dikenal di kalangan pengusaha dan motivator jalanan.

Berkabar.id pun berkesempatan untuk sedikit berbincang-bincang dan mengulik latar belakang Hartawan ini. Hartawan lahir di Jakarta pada 2 April 1971. Berlatar belakang sebagai orang teknik, menjadikannya sebagai pribadi yang fighting dalam segala hal.

Dan seperti halnya Djoeanda yang berlatang belakang Teknik yang telah menduduki berbagai jabatan strategis, Hartawan juga telah menduduki berbagai jabatan strategi di berbagai perusahaan. Barangkali, bisa dikatakan sebagai kutu loncat.

Hartawan juga memiliki sejarah perjuangan yang tak kalah berat untuk bisa berada di levelnya saat ini: seorang pengusaha. Hartawan memulai kariernya sebagai tukang bangunan, pedagang kaki lima, tukang cuci baju bahkan pernah menjadi supir taksi. Jadi bisa dikatakan Hartawan sekilas bukan hanya mirip dengan sosok Djoeanda dari segi rupa, tapi juga dalam artian keuletannya.

Hartawan adalah putra ke delapan dari Purnawirawan Mayor Marinir Sudihardjo, yang pernah menjabat sebagai Komandan Bataliyon II Cilandak, Jakarta, yang juga mendapat bintang gerilya sehingga dijuluki Pahlawan Gerilya. Ayahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Probolinggo, Jawa Timur.

Awal mula yang menyadari kemiripan antara Hartawan dan Djoeanda ini adalah rekan kerja Hartawan, yaitu Haryanto setahun yang lalu. Sekitar bulan Mei 2017 secara tidak sengaja Haryanto menemukan kemiripan pada sosok gambar dan foto tersebut. Ia pun mengirimkan foto tersebut kepada Hartawan. Hartawan pun menjadikan foto kiriman itu sebagai Foto Profil dan mendapat respon yang sama dari rekan-rekan kerja lainnya. Kebanyakan dari mereka juga menilai bahwa keduanya begitu mirip pada foto tersebut.

Seperti yang bisa dilihat dari foto di atas, itu adalah foto Hartawan yang diambil tiga tahun lalu (2013) yang sangat mirip dengan foto Djoeanda yang ada di uang pecahan Rp 50.000. Coba bandingkan, apakah Anda juga melihat adanya kemiripan?

Berita sebelumyaJenis-Jenis Kerupuk Ini Enak Buat Jadi Camilan Juga Lho
Berita berikutnyaDetik-Detik Pasca-Lantai Balkon Tower 2 BEI Runtuh dan Korban Saat Dievakuasi