Tukar Uang Saat Lebaran, Berdosa?

    0
    458

    Tradisi lebaran di Indonesia selalu diwarnai dengan kemeriahan. Salah satunya dengan memberi angpau atau uang lebaran dengan lembaran uang baru, baik itu pecahan 100 ribu, 50 ribu, 10 ribu, 5 ribu, atau bahkan 2 ribuan.

    Akibatnya banyak orang yang berlomba-lomba menukarkan uang tersebut ke bank. Bahkan ada yang rela membelinya di pinggir jalan.

    Nah, praktek jual-beli lembaran uang baru ini yang diharamkan dalam Islam. Hukumnya riba, dan dosanya lebih besar dari zina.

    Menurut salah seorang pemuka agama Islam, Masanih, Islam telah mengatur hukum jual beli yang halal dan boleh dilakukan oleh umatnya.

    Dalam Islam sendiri, ada 6 barang ribawi yang bila dilakukan barter atau jual beli harus secara tunai dengan timbangan yang sama. Keenam barang ribawi tersebut adalah emas, perak, gandum halus, gandum kasar, kurma, dan garam.

    Nah, karena saat ini emas dan perak sudah tak lagi dijadikan sebagai alat pembayaran dan beralih ke uang, maka hukum jual beli uang atau barter harus dilakukan secara tunai dengan timbangan yang sama.

    Inilah mengapa praktek tukar uang lembaran baru dengan cara jual beli dilarang agama Islam. (dini)

     

     

    Berita sebelumyaRobot Catur Hadir Di Computex 2017
    Berita berikutnyaMenaker: THR Paling Lambat H-7