Mioma rahim penyebab Haid tak kunjung berhenti

0
523

Belum banyak wanita yang mengetahui secara persis mengenai penyakit ini. Padahal menurut WHO, mioma rahim menyerang sekitar 20–30% dari seluruh wanita di dunia. Di Indonesia sendiri, mioma rahim ditemukan menyerang sekitar 2.39–11.7% wanita.

Mioma rahim adalah pertumbuhan sel tumor di dalam atau di sekitar uterus (rahim) yang tidak bersifat kanker atau ganas. Mioma dikenal juga dengan nama miom, uteri fibroid, atau leiomioma. Mioma berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang akhirnya membentuk tumor jinak.

Mioma rahim biasanya berukuran kurang dari 15 cm, tetapi pada beberapa kasus dapat membesar hingga lebih dari 45 kg. Salah satu gejala mioma rahim adalah haid yang terus-menerus (menoragia).

Hingga saat ini, penyebab kemunculan mioma masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Biasanya mioma muncul pada usia sekitar 16-50 tahun, saat kadar estrogen dalam diri wanita sedang tinggi-tinggnya. Setelah mengalami menopause, mioma akan menyusut karena penurunan kadar estrogen.

Namun dari beberapa peneliatian oleh para ahli mengatakan penyebabnya adalah berkurangnya kontraksi otot rahim, meluasnya luas permukaan dinding rahim, dan pelebaran pembuluh darah di area tersebut. Tapi teori ini perlu dikaji kembali.

Gejala yang ditimbulkan oleh penderita mioma rahim biasanya mengeluhkan haid yang terlalu lama, perdarahan di luar masa haid yang tidak kunjung henti, dan terasa lemas. Lalu penderita mengalami gangguan menahan rasa ingin buang air kecil.

Jika kalian mengalami siklus haid yang tidak normal dan tak kunjung berhenti sebaiknya segera berkonsultasi kepada ahlinya. Karena penanganan dini lebih baik dibandingkan saat kondisinya sudah lebih buruk.

 

 

Berita sebelumyaPanda, hewan karnivora yang berevolusi.
Berita berikutnyaTrump berkunjung ke Arab untuk bertemu Raja Salman