Seorang Ayah Di Malaysia Perkosa Putrinya 646 Kali, Ia Terancam Penjara 12.000 Tahun

    0
    391

    Seorang Ayah di Malaysia terancama hukuman 12.000 tahun di penjara karena diduga melakukan pelecehan seksual kepada anaknya sendiri sebanyak 646 kali. Kejahatan seksual itu diduga dilakukan selama enam bulan belakangan ini, diketahui remaja tersebut (putrinya sendiri) tinggal bersama ayahnya sendiri.

    Pelaku bakal dijebloskan di penjara selama 12.000 tahun jika ia terbukti melakukan dugaan pemerkosaan dan kekerasan seksual lainnya terhadap anak perempuannya yang masih remaja itu.

    Pihak pengadilan di Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia, memberlukan waktu dua hari penuh untuk membacakan semua 646 tuduhan terhadap pria berusia 36 tahun, yang telah bercerai dari istrinya.

    Dia (pelaku) didakwa dengan 599 tuduhan sodomi terhadap anak perempuannya yang berusia 15 tahun, serta jumlah inses, perkosaan, dan kejahatan seks lainnya, semua diduga dilakukan dalam periode enam bulan ketika gadis itu tinggal bersamanya.

    Pelaku, yang tidak dapat disebutkan namanya untuk melindungi identitas putrinya, menolak semua tuduhan dan kasus tersebut dalam sidang pada Kamis kemarin.

    Aimi Syazwani, seorang wakil jaksa penuntut umum, kepada AFP di sebuah pengadilan khusus, yang baru dibentuk untuk kejahatan seks terhadap anak-anak di ibu kota pemerintahan, Putrajaya mengatakan.

    “Dia bakal menghadapi hukuman penjara lebih dari 12.000 tahun”.

    Untuk setiap tuduhan sodomi, terdakwa bisa dikenai hukuman penjara maksimal 20 tahun, serta hukuman cambuk.

    Saat ini pelaku yang bejat itu juga menghadapi tuntutan pemerkosaan dikenai hukuman maksimal 20 tahun, dan 30 tuduhan lainnya yakni melakukan penyerangan seksual, masing-masing dikenai hukuman, hingga 20 tahun penjara.

    Jaksa memperingatkan adanya kemungkinan pria tersebut bakal melarikan diri atau mengintimidasi saksi. Namun, hakim Yong Zarida Sazali membantah kemungkinan itu.
    Terdakwa, yang bekerja memasarkan produk investasi, ditangkap pada Juli 2017 ini setelah ibu sang gadis korban perkosaan itu melaporkan kekerasan seksual atas anaknya ke pihak berwajib.

    Sang ayah memiliki anak-anak lain, dan korban adalah anak perempuan tertuanya. Dia dikatakan ia telah memiliki hak asuh atas anak tersebut sejak dia dan ibu anak tersebut bercerai dua tahun lalu.

    Pengadilan yang didedikasikan khusus untuk kejahatan seksual terhadap anak-anak didirikan di Malaysia pada Juni 2017 setelah serentetan kejahatan seksual yang keji di negara itu.
    Pengadilan akan fokus pada pelanggaran seperti pornografi anak, perawatan anak, dan serangan seksual anak bersamaan dengan Undang-Undang Pelanggaran Seksual terhadap Anak yang disahkan awal tahun ini.

    Berita sebelumyaInilah Beberapa Ciri dan Gejala Usus Buntu Pada Anak
    Berita berikutnyaFacebook Gunakan Teknik “Cloaking” Untuk Berantas Iklan Palsu