Tsunami Terjang Panggung Seventeen di Gathering PLN

0
20

Duka menyelimuti keluarga besar PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN), di mana sejumlah pegawainya turut menjadi korban dari tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda pada Sabtu malam (22/12/2018) sekitar pukul 21.27 WIB.

Saat kejadian tsunami berlangsung, keluarga besar PLN Transmisi Jawa Barat-Banten sedang melangsungkan acara gathering di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten.

Dari data sementara hingga hari ini, Minggu (23/12/2018) pukul 09.00 WIB, jumlah karyawan maupun keluarga karyawan PLN yang menjadi korban dari bencana tsunami di Selat Sunda tercatat 24 orang luka-luka dan 19 orang hilang. Korban selamat yang sudah terdata ada sebanyak 133 orang.

Hingga saat ini pihak PLN terus melakukan pencarian dan pendataan terhadap seluruh korban. Selain itu PLN saat ini juga telah membentuk tim gerak cepat tanggap bencana serta mengirimkan 26 ambulance kelokasi bencana.

Selain dari pihak PLN, kabar duka juga menyelimuti anggota dan keluarga Band Seventeen yang menjadi pengisi acara gathering tersebut.

Band Seventeen kala itu tengah melangsungkan konser di Tanjung Lesung Beach Resort Banten atau sekitar Pantai Carita saat tsunami terjadi.

Yulia Dian, perwakilan dari manajemen Seventeen menjelaskan Seventeen manggung di Tanjung Lesung dalam acara gathering PLN. Sekitar pukul 21.30, air pasang menyapu bersih panggung yang letaknya sangat berdekatan dengan laut.

“Dari bencana tersebut kami harus kehilangan orang-orang tercinta. Pemain bass kami M. Awal Purbani yang biasa disapa Bani juga Road Manajer Oki Wijaya menghembuskan nafas terakhirnya,” kata Yulia Dian seperti tertuang dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu, 23 Desember 2018.

Gelombang tinggi menerjang panggung saat Seventeen membawakan lagu kedua. Air pasang tiba-tiba naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang berada di sekitar panggung yang posisinya membelakangi laut.

“Sayangnya saat arusnya surut anggota kami ada yang bisa menyelamatkan diri sementara sebagian tidak menemukan tempat berpegangan,” kata Yulia Dian.Ifan Seventeen dan istrinya, Dylan Sahara. Tabloidbintang.com

Saat ini korban bencana terpencar di klinik-klinik dalam radius 2-3KM dari lokasi kejadian. Sejak semalam tim SAR sudah diturunkan.

Yulia Dian mengabarkan, selain bassis dan road manager yang dipastikan meninggal, hingga saat ini gitaris Herman Sikumbang dan penggebuk drum Seventeen, Andi Windu Darmawan belum juga ditemukan.

Sementara itu dari 260 teman peserta gathering PLN Transmisi Jawa Barat-Banten baru ditemukan 47 org. Termasuk yang blm ketemu adl P Trino Erwin (GM tjbb) n istri (bu eka staf div hcms).
—-
1.Tri Hartanto
2. Toing
3.Lili Sulastri
4. Sukma H
5. Basuki
6. Risma R
7. Finaldi
8.Bismi
9. Ary gemayel
10.rahmat(driver GM)
11. Ibu Surahman (UPT Durkos)
12. Rizki
13.ade teamlo &anak ( pengisi acara)
14.supri (driver)
15.sidik (driver burisma)
16. indera Ariefianto
17. didik Fauzi D
18. Bambang cahyono
19. A Sanusi
20.Marjono M
21. Oman
22. Oji Wijaya
23.Harjiatno
24.Ibu Harjiatno
25. Rizal Ulfah
26.Amiruddin
27.Ibu Amiruddin
28.Saidah
29.Okta
30. Galih
31. Rendy (EO)
32.Iin (EO)
33.Dinda (EO)
34.Milka (EO)
35. Dilla (EO)
36. Ayu Laksdan
37. Rustam keuangan. 38. Aris Pdkb Upt Clgon
39. Ibu aris
40. Anak Bpk Aris
41. Anak bpk Aris
42. Faldi. 43 Pak irfan (Ren KI)
44.Ibu Rizal Ulfah
45.Anak Rizal
46.Anak Rizal
47.Syarifuddin

Berita sebelumyaAmbil Alih Freeport dengan Utang Rp 58 Triliun, Fadli Zon: Ini Kebijakan Sontoloyo
Berita berikutnyaGrand Central Bogor Apartemen Nempel Stasiun Bogor dengan Harga Terjangkau