1.533 Gardu PLN Kembali Beroperasi Warga Palu Bersyukur dan Berterima Kasih

0
17
Foto dok Berkabar.id

Bencana gempa dan tsunami yang menelan korban 2000 orang di Palu Sigi dan Donggala serta 5000 hilang akibat likuifaksi dan tanah yang amblas di Petobo membuat Palu dan sekitarnya lumpuh. Selain bantuan makanan, pakaian dan kebutuhan sehari-hari, korban bencana juga memerlukan aliran listrik.

Warga umumnya sudah mendengar gerak cepat pegawai PLN dalam menormalkan listrik. Pelukhangat dan jabat erat warga menjadi ‘hadiah rutin’ yang diterima relawan PLN. Tidak jarang pelukan itu datang dari tangan-tengan keriput emak-emak sepuh, diiringi derai air mata haru. Ada asa yang menyemburat usai diterjang bencana.

Bukan itu saja, penduduk juga kerap menyediakan kopi dan penganan sekadarnya. “Ini sebagai bentuk terima kasih kami yang tak terhingga kepada bapak-bapak PLN yang telah membantu menghidupkan listrik di kampung kami,” kata Sumi, 37 tahun, dengan kain batik dan kaos hijau lengan pendeknya yang lusuh. Tapi senyum lebar menghiasi wajah ibu tiga anak ini.

1.200an personel dari PLN seluruh Indonesia berjibaku kembali membangun gardu-gardu listrk di Palu dan sekitarnya yang padam akibat gempa dan tsunami Jumat 28 September lalu. Berdasarkan data di Posko PLN yang dipusatkan di PLN Area Palu, Jl. Kartini, Palu, Sulteng, sampai hari ke-11 tujuh Gardu Induk yang ada telah menyala seluruhnya. Lalu, ada 1.533 Gardu Distribusi sudah beroperasi. Selain itu, 45 penyulang (feeder) juga telah 100% pulih.

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir mengatakan rasa bangga terhadap 1.230 relawan PLN dari sabang sampai meuroke yang bertugas.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kami sudah berhasil menyediakan listrik sebesar 101,2 mega watt untuk Palu dan sekitarnya. Pembangkit PLTU Tawaeli 4×15 MW juga sedang dalam proses perbaikan. Untuk sementara jumlah ini lebih dari cukup, karena beban puncak sistem Sulteng sebesar 54,14 MW,” ujar Syamsul Huda, Direktur Bisnis Regional Sulawesi PLN.

Satu hal yang menggembirakan, listrik yang kembali normal berperan besar dalam memulihkan kegiatan ekonomi masyarakat. Pasar kembali beraktivitas. Warung dan toko buka lagi. Kegiatan ini sangat membantu dalam mempercepat proses pemulihan.Ekonomi kembali menggeliat.

Bukan hanya melakukan perbaikan, PLN melalui CSR PLN Peduli, kami sudah menyalurkan dana sekitar Rp4,26 miliar. “Wujud kepedulian PLN ini berupa pembangunan dapur umum, bantuan sembako, fasilitas air bersih, tenaga medis dan obat-obatan, penyediaan logistik, tenda dan fasilitas internet,” ungkap I Made Suprateka, Kepala Satuan Komunikasi Perusahaan PLN.

Edy Mulyadi, pemerhati sosial tinggal di Jakarta juga mengatakan kerja keras dan dedikasi petugas PLN di lapangan berbuah manis. Kepuasan mereka rasakan karena bisa membantu meringankan beban dan penderitaan korban bencana melalui pulihnya sistem kelistrikan.Oya, jangan lupa, sebagian relawan PLN itu juga korban bencana. Mereka adalah karyawan PLN di Sulteng yang diguncang gempa dan dilibas tsunami.

“PLN kerjanya sangat cepat. Tadinya saya pekirakan listrik baru akan pulih paling cepat sebulan ke depan. Ternyata baru empat hari sudah hampir semua menyala dan normal. Allhamdulilllah. Terima kasih PLN,” kata Syahril, pemilik Kedai Penikmat Kopi (KPK), di Jl. Hasanuddin, Jembatan Satu, Palu.

Ucapan terima kasih kepada relawan PLN terus saja berhamburan dari banyak warga yang kami temui. Banda, 43 tahun, di satu toko swalayan menyatakan sangat bersyukur petugas PLN bekerja sangat sigap memulihkan sistem kelistrikan.

Berita sebelumyaBilly Sindoro Ditahan, Lippo Group Terkejut dan Menyesalkan Tindak Suap
Berita berikutnyaYuks Ikut Kompetisi Liga Terbesar Gamer Berhadiah Rp 3 Miliar