Korban Gempa Palu Antre BBM Hingga 24 Jam

0
15
Foto Antara/Basri Marzuki

Sejumlah SPBU di Kota Palu pasca bencana gempa dan tsunami Jumat (28/9) penuh sesak diantre warga. Bahkan korban gempa bumi di Kota Palu, Kabupaten Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah antre hingga 24 jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di wilayah itu.

Dirwan, warga Kabonena. antrean di SPBU sudah lebih dari 24 jam. “Kalau tidak ada BBM, maka kita tidak bisa makan, karena harus menyedot air untuk pakai masak dan mencuci. Dan itu memanfatkan bensin,” katanya.

Menurutnya, warga korban gempa ini sangat membutuhkan BBM, khususnya premium/pertalite untuk kebutuhan kendaraan dan penerangan. “Bahan bakar sekarang sudah menjadi bahan pokok. Tidak ada BBM kita tidak bisa jalan cari yang lain untuk kebutuhan di pengungsian,” katanya.

Dirwan mengatakan selain untuk mencari kebutuhan pokok selama di pengungsian, kendaraan juga digunakan mengangkut sebagian barang-barang penting yang masih bisa diselamatkan dari rumah ke tempat yang lebih aman karena umumnya rumah penduduk sudah rusak akibat amukan bumi. “Harapan kami ke pemerintah bagaimana agar BBM bisa tersedia,” ujarnya.

Pengambilan BBM tersebut dilakukan warga dengan caranya sendiri seperti menimba menggunakan wadah botol. Sebagian dilakukan dengan cara menggunakan mesin penyedot. Warga kemudian antri memasang jerigen mereka untuk mendapatkan jatah BBM. Sebagian SPBU seperti SPBU Tanah Runtuh dan SPBU Maluku sejak hari ketiga pascagempa akhirnya melayani masyarakat dengan jatah yang terbatas.

Kebutuhan BBM juga mendesak untuk pemerintah daerah karena kepentingan operasional seperti distribusi bantuan dan pencarian korban yang tertimbun bangunan atau tanah.

Berita sebelumyaKeji, Tiga Orang Hajar, Injak dan Lempar Ratna Sarumpaet ke Jalan
Berita berikutnyaAIA Gelar Kompetisi Sepak Bola Khusus Wanita, Yuk Daftar!